Perlu atau Tidak Pakai Balaclava Saat Berkendara

Ketika memakai helm, kadang terdapat aksesoris beda yang dipakai oleh pengendara, salah satunya balaclava. Balaclava seringkali terbuat dari kain yang menutupi lokasi kepala hingga mulut.

Menggunakan balaclava dikatakan dapat membantu menghilangkan bau pada helm dampak keringat di kepala. Jadi, peluh yang terbit selama riding terserap oleh kain balaclava sampai-sampai tak langsung menyentuh busa helm.

Tapi, apakah perlu memakai balaclava ketika riding?

Setyo Suyarko, Trainer Yamaha Riding Academy On Road & Off Road, mengatakan, menggunakan balaclava dapat dilakukan untuk meminimalisir pengendara mencium debu dan polusi udara.

“Memakai balaclava sesuai pada wilayah yang debu dan polusi udara yang lumayan tinggi, jadi dapat menyaring udaranya. Di samping itu, andai ukuran helm agak longgar, dapat memakai balaclava supaya lebih pas,” kata Setyo

Setyo pun mengingatkan, memilih balaclava jangan asal-asalan. Jika memakai bahan yang tidak sesuai, saat kecelakaan, helm bakal lebih gampang terlepas dari kepala. Fatalitas dari kemalangan pun dapat meningkat.

“Banyak balaclava dengan bahan yang licin dan tersebut tidak disarankan. Lebih baik guna pemilihan balaclava, dapat membeli di lokasi dan dengan brand yang terpercaya,” ucap Setyo.

Di samping itu, balaclava dapat menjadi penyelesaian pengganti masker saat berkendara dengan helm full face. Karena saat memakai masker dan helm full face, menciptakan pasokan oksigen tidak maksimal.

Sebelumnya, dokter umum Rumah Sakit Pertamina Bina Medika, Daniel Bramantyo, mengatakan, untuk pengendara motor yang memakai helm full face dan balaclava sebetulnya sudah lumayan sebagai perbuatan pencegahan virus.

“Namun, guna yang memakai tipe helm open face tetap disarankan untuk memakai masker sebagai perbuatan pecegahan.” kata Daniel

Sumber : https://www.giantbomb.com/profile/avisa/blog/used-car-sales-before-lebaran-predicted-to-increas/160944/

Related Posts