Mengenal Tungau Debu, Kutu Penyebab Kulit Gatal dan Melepuh

Tungau Debu Kutu Penyebab Kulit Gatal dan Melepuh

Seoul City Blog  – Mengenal Tungau Debu, Salah satu kalian pasti pernah tergigit tunga debu di rumah.

Awas Hati-hati bahaya tergigit oleh kutu tungau debu rumahan ini, bisa gatal bahkan melepuh.

Tungau debu adalah kutu debu rumahan yang super mini penyebab iritasi kulit manusia.

Mikroorganisme ini hidup di kursi atau kasur.

Kulit menjadi gatal-gatal menjadi ciri-ciri utama yang diakibatkan oleh hewan ini, berikut ulasan lengkapnya.

Tungau debu adalah salah satu hewan yang disebut juga dengan kutu debu.

Sebuah hewan kecil atau mikroorganisme paling kecil dengan ukuran mikrometer yang sangat sulit untuk dilihat.

Tetapi saat dilihat dengan menggunakan kaca pembesar, bentuknya memang seperti kutu, namun lebih pendek.

Warnanya tidak hitam seperti kutu, melainkan lebih ke coklat tua. Tungau ini sangat merugikan, karena menyebabkan alergi atau gatal-gatal pada kulit.

Ciri-ciri Seseorang yang Digigit oleh Tungau Debu

Setelah Tergigit Tungau Debu Rumah

Selain gatal-gatal, tungau bisa menyebabkan infeksi, asma, sampai ke demam.

Padahal Kita sangat sulit melihat hewan berukuran 320 mikrometer ini, tetapi dampaknya sangat menakutkan bagi tubuh.

Untuk itulah sangat diperlukan alat yang tepat untuk membasmi tungau ini. Jangan dibiarkan berkembangbiak jika tidak mau gatal-gatal.

Perkembangbiakan dari tungau debu penyebab alergi ini kebanyakan adalah di kasur atau kursi sofa.

Tempat-tempat yang sangat strategis untuk berkembangbiak karena potensi adanya debu yang tinggi.

Bahkan sudah dibersihkan pun debu lebih cepat menempel di kasur atau di kursi.

Akibatnya, kulit Kita tiba-tiba akan memerah seperti setelah digigit nyamuk.

Tungau ini memang menggigit, namun terkadang kita tidak merasakannya.

Tiba-tiba saja langsung memerah.

Bentol yang ditimbulkan bukan hanya berukuran kecil saja, melainkan bisa berukuran besar dan membengkak.

Lama penyembuhannya membuat Kita tidak sabar jika sudah sampai membengkak.

Penyebab Munculnya Tungau Debu, Berasal Dari Mana?

Tungau Debu Rumah

Tungau suka berdiam di kasur karena memang makanannya adalah kulit yang terkelupas, sehingga tungau sangat rentan membuat kulit Kita menjadi sensitif.

Baca Juga :  Belajar Mengenai Siklus Nitrogen dan Fungsinya

Hal yang paling berbahaya dari tungau adalah bisa memperparah penyakit yang Kita derita, misalnya adalah keadaan batuk yang tidak akan kunjung sembuh, justru malah semakin meradang.

Jumlah tungau yang ada di rumah Kita bukan hanya hitungan jari.

Tungau debu di kasur saja bisa sampai jutaan tungau yang mengendap.

Satu tungau sangat sulit untuk diusir, apalagi jutaan tungau.

Dengan mencucinya pun sangat sulit untuk hilang.

Itulah mengapa Kita memerlukan alat khusus untuk membersihkan tungau.

Debu menjadi pendukung utama perkembangbiakan tungau yang ada di alat rumah tangga Kita.

Debu yang merupakan materi sepele karena ukurannya yang kecil ini ternyata malah membawa petaka bagi kita karena mendukung persebaran hewan super kecil ini.

Ketahui Cara Menghilangkan Tungau Debu di Rumah

Untuk mengantisipasi gigitan dari tungau debu di kasur ini, Kita harus rajin membersihkan kasur.

Tungau yang mengganggu tidur Kita akan membuat kulit gatal atau membuat tubuh mengalami gejala flu.

Tungau bukan hanya akan menempel pada kasur, melainkan juga menempel pada sprei, sehingga Kita harus sering mengganti sprei kasur.

Baca Juga :  Tips dan Desain Jersey Sepeda Terbaik, Roadbike Gunung MTB

Kutu debu tidak hanya ada dikasur, kutu bisa berada di kursi atau furniture rumah yang menurut tuku tersebut nyaman untuk ditinggali.

Alternatif jika tidak mau repot membersihkanya bisa memakai jasa sedot tungau.

Banyak sekali jasa yang disediakan dan di review oleh blo orang korea loh, selengkapnya bisa baca di bagian Cleaning Service.

You May Also Like

About the Author: Syarif Mudhoffar

Pemuda tampan dan berhati suci yang selalu taat kepada nilai norma-normal di masyarakat dan enterpreneur muda berkarya dengan kesukaan terhadap kota seoul.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *