Info Jakarta 2020, Rekam Jejak Bulan Januari

Kesehatan

Seoul City Blog – Banjir besar yang menempa Jakarta 1 Januari lantas memunculkan beberapa masalah. Tidak hanya rusaknya insfrastruktur serta sarana biasa, banjir membuat beberapa ratus masyarakat sempat pindah.

Daerah terpengaruh paling luas di Ibu kota ialah Jakarta Timur. Sekitar 63 dari 65 Kelurahan (sama dengan dengan32 ribu kepala keluarga) di daerah ini digenangi. Serta di Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, ketinggian air sampai 4 mtr..

Dengan geografis, keadaan ini bisa dimengerti, sebab dari 13 sungai di Jakarta, sekitar 7 sungai salah satunya melewati daerah Jakarta Timur, hingga daerah ini seakan-akan dikepung oleh sungai.

Karenanya, walau banjir sudah surut, Walikota Jakarta Timur M Anwar minta supaya masyarakat serta semua korps-nya masih siaga mengingat musim hujan belum berlalu.

“Kita tetap harus siaga. Pengaturan dengan semua barisan harus selalu dinaikkan,” Kata Anwar waktu didapati wartawan di ruangan kerjanya baru saja ini.

Saat banjir 1 Januari lantas, salah satunya keperluan masyarakat Jakarta Timur yang benar-benar menekan ialah air bersih. Ini berlangsung sebab suplai air dari PT Aetra Air Jakarta (Aetra) sempat berhenti, karena pemadaman saluran listrik pada Instalasi Pemrosesan Air (IPA) Buaran – Jl. Raya Kalimalang – Jakarta Timur, serta terendamnya IPA Buaran.

Untuk menolong keperluan air bersih masyarakat terpengaruh banjir , Pemkot Jakarta Timur membuat Satgas Banjir yang terbagi dalam SKPD PAM Jaya bekerja bersama dengan PT Aetra Air Jakarta (Aetra).

Satgas ini jadi ujung tombak pemenuhan keperluan air bersih, mengingat luasnya lingkup masyarakat yang memerlukan pertolongan.

Beberapa titik sebagai prioritas ialah daerah padat masyarakat, pemukiman kotor, serta rumah sakit terpengaruh banjir. Minimal ada 17 tempat, terbagi dalam rumah sakit serta posko pengungsian yang menjadi target pendistribusian air bersih di Jakarta Timur.

Rumah sakit jadi prioritas pendistribusian air bersih sebab fakta emergency serta kemanusiaan. Di lokasi Jakarta Timur, ada 4 rumah sakit seperti RS Pondok Kopi serta RS Cijantung yang mendapatkan supply air bersih.

Pertolongan air bersih dari Aetra dikirim dengan mobil tangki, serta di sejumlah daerah khusus diletakkan tandon untuk memuat air bersih. Tidak hanya minta masyarakat masih siaga, Anwar memerintah korps-nya terus tingkatkan kerja sama juga dengan beberapa faksi untuk menangani masalah banjir.

Menurut dia, kerja sama juga dengan beberapa pemangku kebutuhan, seperti BUMN, BUMD, TNI-Polri, warga, swasta, sudah berjalan baik serta benar-benar menolong.

“Kami pasti tidak bisa kerja sendiri menangani masalah ini. Saya memberi animo tinggi pada semua pemangku kebutuhan. Diantaranya Aetra, yang sudah memberi pertolongan air bersih,” tutup Anwar.

Baca Video “Hujan Deras Semalaman, Permukiman di Jaktim serta Jakbar Banjir” [Gambas:Video 20detik] (dna/dna) banjir banjir jakarta

Jakarta Segera 'Tamat' Sebagai Ibu Kota, Ini Penjelasan Tito

Jakarta Selekasnya ‘Tamat’ Jadi Ibu Kota, Ini Keterangan Tito

Distributor Herbalife – Ibu Kota Negara akan dipindahkan dari Jakarta ke Kalimantan Timur. Akan berlangsung perkembangan berarti pada Jakarta jika peralihan ibu kota terjadi.

Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta, Muhammad Taufik serta menjelaskan UU Ibu Kota Negara akan keluar pada Juni 2020. Kehadiran UU ini akan akhiri status Jakarta jadi ibu kota negara atau Wilayah Spesial Ibu Kota (DKI).

“Insya Allah bulan Juni, Jakarta tamat jadi ibu kota negara. Undang-undang (ibu kota baru) akan keluar bulan Juni,” kata Taufik waktu sambutan Rapat Kerja Wilayah Partai Gerindra DKI Jakarta, di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Minggu Tempo hari (26/1/2020).

Dia akui tidak mempersoalkan perpindahan ibu kota dari Jakarta ke Kalimantan Timur. Tetapi ia minta anggota DPR mengulas status Jakarta sesudah ibu kota geser.

“Kita meminta teman-teman di DPR, waktu pencabutan Jakarta jadi ibu kota, harus bersamaan fundamen hukum Jakarta, apa Jakarta untuk rezimnya pemda seperti Jawa timur serta Jawa barat? Jika itu berlangsung itu maka berlangsung perkembangan susunan pemerintahan,” sebut Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta itu.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian sudah mengemukakan saran Perancangan Undang-Undang (RUU) untuk masuk dalam Proglam Legislasi Nasional (Prolegnas) Tahun 2020-2024.

Diantaranya ialah RUU Perkembangan Atas UU Nomor 29 Tahun 2007 mengenai Pemerintahan Propinsi DKI Jadi Ibu Kota NKRI.

“Sekarang DKI Jakarta masih jadi ibu kota dengan UU spesial, tetapi adanya gagasan Pemerintah Pusat mengalihkan ibu kota ke Kalimantan Timur atau kita mengenal dengan IKN atau ibu kota negara karena itu leading sector-nya ialah Bappenas sedang membuat UU ibu kota negara,” kata Tito seperti diambil Kamis (23/1/2020).

Adanya ibukota negara geser, karena itu pertanyaannya ialah bagaimana status dari Jakarta?

Tito mengutarakan ada 2 (dua) pilihan yang dapat dimasukkan. “UU-nya harus dirubah untuk DKI ini jika UU IKN kemungkinan dapat paralel, UU IKN di Kalimantan timur diulas selanjutnya di undangkan, selanjutnya automatis UU DKI dapat dikerjakan ulasannya sama waktu itu atau mengejar setelah itu. Sebab IKN-nya belum geser, itu pilihan yang Jakarta jadi Pusat Ekonomi serta Usaha,” jelas Tito.

Sesuai dengan klausal 20 UUD 1945 jika Bahasan Perancangan Undang-Undang dikerjakan oleh pemerintah bersama dengan DPR RI hingga persetujuan RUU yang akan diulas dibahas kementerian/instansi berkaitan dengan DPR.

Tito sudah mengemukakan Prolegnas ini ke Pimpinan serta Anggota Komisi II DPR RI.

Related Posts