Syarat Dan Ketentuan Dalam Ibadah Haji

Edukasi, random

Setiap umat Islam di dunia berkeinginan untuk melakukan rukun Islam yang ke-5, yaitu menunaikan ibadah haji. Untuk bisa naik haji, kamu harus mendaftar dan mengantre hingga mendapat giliran untuk bisa berangkat ke Tanah Suci. Sambil menunggu waktu berangkat haji, pastikan kamu mengetahui syarat-syarat, ketentuan, dan tata caranya dengan benar.

 

Syarat-syarat Ibadah Haji

https://almuawanah.com/

https://almuawanah.com/

 

Saat memutuskan untuk mendaftar dan mengantre untuk mendapatkan nomor keberangkatan haji, pastikan kamu memenuhi dulu syarat-syaratnya. Semua muslim harus memenuhi semua persyaratan. Jika salah satu persyaratan tidak terpenuhi, maka kamu belum wajib untuk naik haji. Berikut ini adalah syarat-syarat wajib haji.

  1. Islam
  2. Memiliki akal dan sehat jasmani rohani
  3. Cukup umur atau balig
  4. Merdeka
  5. Mampu
  6. Selain syarat-syarat wajib, naik haji juga memiliki syarat-syarat sah haji.
  7. Islam
  8. Memiliki akal
  9. Mikat zamani (haji yang dilakukan pada bulan haji)
  10. Mikat makani (penunaian rukun dan wajib haji harus dilakukan di tempat yang telah ditetapkan)

 

Ketentuan atau Rukun Haji

Berikut ini adalah ketentuan atau rukun ibadah haji.

  1. Ihram
    Ihram merupakan niat saat masuk untuk memulai pelaksanaan haji dengan menjauhi hal-hal yang dilarang selama melakukan ihram. Para jemaah haji akan memulainya dari mikat (tempat dan waktu yang telah ditetapkan untuk berihram oleh pemerintah).
  2. Tawaf ifadah
    Tawaf ifadah merupakan tawaf dalam rukun haji yang dikerjakan setelah lewat tengah malam mulai tanggal 10 Zulhijah dengan mengelilingi Kakbah dengan menempatkan diri di Kakbah di sebelah kiri badan. Pelaksanaan tawaf dimulai dan diakhiri di Hajar Aswad dan dilakukan sebanyak 7 kali putaran.
  3. Sai
    Sai adalah berjalan atau berlari kecil pulang pergi 7 kali dari bukit Safa ke bukit Marwah. Perjalanan dari bukit Safa ke bukit Marwah dihitung 1 kali, begitu juga dengan perjalanan dari bukit Marwah ke bukit Safa.
  4. Wukuf
    Wukuf merupakan upacara menunaikan ibadah haji dengan berdiam dan berada di Arafah yang waktunya dimulai pada tenggelamnya matahari pada tanggal 9 Zulhijah, dan berakhir pada saat terbitnya fajar di tanggal 10 Zulhijah. Jemaah haji saat wukuf harus dalam keadaan suci bebas dari haid, nifas, dan junub.
  5. Tahalul
    Tahalul merupakan keadaan seorang yang bebas dari ihram karena sudah menyempurnakan amalan-amalan manasik haji. Setelah itu, para jemaah haji  mencukur rambut minimal tiga helai rambut.

 

Tata Cara atau Wajib Haji

 

Tata cara atau wajib haji merupakan rangkaian yang wajib dilakukan saat pelaksanaan ibadah haji untuk melengkapi rukun haji. Jika salah satu rukun haji tidak terpenuhi, maka hajinya masih tetap sah, namun jemaah haji harus membayar denda (dam). Berikut ini adalah tata cara pelaksanaan atau wajib haji.

  1. Niat ihram saat melaksanakan haji. Niat dilakukan setelah berpakaian ihram dan dimulai dari mikat makani.
  2. Pada tanggal 9 Zulhijah, melakukan mabit (bermalam) di Muzdalifah (dalam perjalanan dari Arafah ke Mina).
  3. Pada tanggal 10 Zulhijah, melakukan lontar jamrah aqabah. Jemaah haji akan melontar tujuh butir kerikil secara berturut-turut sebagai simbol untuk mengusir setan. Kemudian dilanjutkan dengan mencukur rambut atau sebagian rambut (tahalul).
  4. Pada tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijah atau hari tasyrik, melakukan mabit di Mina.
  5. Pada hari tasyrik juga, jemaah haji melontar jamrah ula, wusta, dan aqabah.
  6. Melakukan tawaf wada (tawaf perpisahan), tawaf yang dilakukan setelah melaksanakan rangkaian pelaksanaan haji dan sebelum meninggalkan kota Mekah.
  7. Menjauhi perbuatan yang dilarang saat berihram atau naik haji.

Inilah informasi tentang tentang syarat, ketentuan, dan tata cara ibadah haji. Dengan mengetahui secara detail tentang syarat, ketentuan, dan tata cara pelaksanaanya, kamu bisa melaksanakan semua rangkaian dengan haji dengan lancar dan khusyuk. Insya Allah, kamu menjadi haji yang mabrur.

Tags:

Related Posts